Ternyata Inilah Penyebab Wanita Susah Hamil

Bagi Anda yang sudah menikah, tentunya menginginkan untuk memiliki momongan. Namun sebagian pasangan mengalami kesulitan dalam mendapatkan momongan, atau sulit hamil. Apa yang menjadi penyebab wanita susah hamil? Ada berbagai penyebab yang menyebabkan wanita sulit hamil atau disebut infertil. Pasangan suami istri dikatakan infertil jika sudah menikah dan berhubungan seksual secara rutin selama satu tahun dan belum dikaruniai anak.

Infertil dibagi menjadi dua macam, yaitu infertil primer dan infertil sekunder. Infertil primer adalah pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara teratur, dan infertil sekunder adalah pasangan suami istri yang telah menikah dan melakukan hubungan seksual secara teratur, telah dikaruniai satu anak, namun setelah beberapa tahun belum mendapatkan momongan kembali.

penyebab wanita susah hamil

Tentunya bagi pasangan suami istri yang mengalami hal tersebut, akan mencari informasi mengenai penyebab dan solusi yang berkaitan dengan kesulitan dalam kehamilan. Berikut akan dibahas tentang beberapa penyebab wanita sulit hamil, baik dari pihak suami maupun istri.

Penyebab Wanita Susah Hamil

1. Keadaan Gizi Wanita

Penting untuk anda ketahui, bahwa keadaan gizi wanita sangat mempengaruhi kesuburan dan hormon reproduksi. Seorang wanita yang memiliki status gizi yang jelek atau dikatakan sangat kurus, cenderung sulit untuk hamil, karena pada wanita kurus, pastinya lemak dalam tubuhnya sedikit, sedangkan lemak berpengaruh dengan produksi hormon reproduksi.

Begitupun dengan wanita yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, sulit untuk hamil dikarenakan jumlah lemak yang berlebih. Keadaan ini mengganggu keseimbangan hormon, sehingga mengganggu siklus menstruasi juga. Wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur, sulit untuk mengetahui masa suburnya, karena ovulasi dan pematangan sel telurnya sulit dideteksi, sedangkan jika ingin cepat hamil, hubungan seksual harus dilakukan pada fase ovulasi atau masa subur wanita. Maka bagi anda yang ingin cepat hamil, perbaiki dan seimbangkan status gizi anda, janga, terlalu kurus dan jangan pula obesitas.

Baca juga:  Efek Samping Minum Teh Hijau

2. Keadaan Sperma Suami

Masyarakat pada umumnya, menganut paham patriarki, selalu menyalahkan pihak wanita apabila pasangan suami istri belum dikaruniai momongan, padahal tak melulu kesalahan wanita. Bisa jadi sang pria memiliki kualitas sperma yang kurang bagus, seperti jumlah yang sedikit, Ph yang kurang sesuai, atau sperma kurang gesit. Nah, sang suamipun wajib memeriksakan dirinya ke dokter, agar mengetahui bagaimana keadaan spermanya. Jika didapatkan permasalahan di sperma, maka dokter akan memberikan therapi yang sesuai.

3. Frekuensi Stress Yang Tinggi

Ternyata seseorang yang sering mengalami stress, dan menjalani gaya hidup yang memicu stress, sulit untuk hamil. Karena kondisi psikologi yang penuh dengan tekanan dan gejolak, dapat mengganggu produksi sperma, spasme tuba faloppi, dan penurunan gairah seksual. Tentunya susah untuk hamil bukan?

4. Faktor Usia

Tahukah anda, usia reproduksi sehat untuk wanita adalah 21 tahun sampai 35 tahun. Usia reproduksi sehat adalah usia yang baik untuk wanita dalam bereproduksi, karena pada usia tersebut, organ reproduksi wanita siap dan mampu untuk bereproduksi secara optimal. Jika wanita sudah berumur lebih dari 35 tahun, maka sel telur yang dihasilkanpun menurun, begitu juga dengan tingkat kesuburannya (menurun). Dan akan terus menurun hingga habis saat tiba masanya menopause, dengan kisaran usia 45-50 tahun.

5. Adanya Verikokel

Verikokel adalah pelebaran pembukuh darah di katub vena pada kantung testis pria. Keadaan ini tentunya mengganggu produksi sperma, mengingat testis adalah tempat memproduksi sperma. Karena produksinya terganggu, maka sperma yang diproduksipun akan berkurang baik jumlah maupun kualitasnya.

6. Adanya Kista Atau Mioma

Kista dan Mioma merupakan suatu benjolan yang ada didalam organ reproduksi wanita, kista biasanya berada di indung telur, sedangkan mioma berada di rahim wanita. Baik kista maupun mioma, keduanya sama-sama menghambat wanita untuk hamil, sebab mengganggu siklus menstruasi, karena terhambatnya sel telur oleh benjolan itu. Keduanyapun sama-sama menghambat proses pembuahan, karena menghalangi pertemuan antara sel telur dan sperma. Jikalau terjadi pembuahanpun, sel zigot tidak dapat menempel di dinging rahim. Itulah salah satu sebab mengapa wanita sulit hamil.

Baca juga:  3 Minuman Panas yang Menyehatkan di Musim Hujan

7. Kelainan Serviks Atau Mulut Rahim Pada Wanita

Serviks atau mulut rahim adalah salah satu organ reproduksi wanita bagian dalam. Pada umumnya serviks yang normal itu mengarah ke depan, yang langsung berhubungan dengan dinding belakang vagina, sehingga jika pasangan suami istri melakukan coitus, sperma langsung masuk kedalam rahim melalui serviks yang normal menghadap ke depan. Nah, apabila terjadi kelainan posisi serviks seperti menghadap ke belakang, maka proses fertilisasi pun akan terhambat, karena sperma tidak langsung masuk kedalam rahim. Fertilisasi terhambat artinya wanita sulit untuk hamil

8. Lingkungan Yang Berpolusi

Tahukah anda, lingkungan yang tidak sehat atau mengandung polusi yang tinggi seperti asap rokok, asap kendaraanpun dapat menghambat seseorang ingin hamil. Banyaknya zat polutan dapat menurunkan kualitas sperma.

9. Mengkonsumsi Obat-Obatan Dan Minuman Keras

Tentunya sebagian orang sudah memahami bahwa mengonsumsi minuman keras atau beralkohol tidak baik untuk kesehatan tubuh, juga tidak baik untuk organ reproduksi dan kesuburan seseorang. Wanita yang mengonsumsi minuman beralkohol, akan tertekan hormon progesteon dan estrogennya, sehingga ovulasipun terhambat. Pria yang mengonsumsi minuman beralkohol, akan menurun juga kualitas dan produksi spermanya. Maka dari itu, miras juga salah satu penyebab sulit hamil.

10. Menopause Dini

Wanita pada umumnya mengalami menopause pada usia 45 tahun atau 50 tahun. Jika seseorang mengalami menopause dini ( menopause sebelum waktunya), tentu produksi sel telur akan menurun tidak pada waktunya. Konsultasikan ke dokter agar mendapat terapi untuk penyeimbang hormon, agar tetap dapat berovulasi.

Leave a Comment