15 Tarian Adat Jawa Tengah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 5 pulau besar dan ribuan pulau kecil di dalamnya. Setiap penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke membuat Indonesia kaya akan produk kebudayaan. Keragaman kebudayaan yang ada di Indonesia ini adalah hal yang harus disyukuri. Pada satu daerah saja bisa memiliki bahkan hingga puluhan produk kebudayaan. Sebagai contoh misalnya di daerah Jawa Tengah. Jawa Tengah memiliki banyak produk kebudayaan seperti salah satunya adalah tarian daerah. Ada banyak sekali tarian Jawa Tengah yang begitu populer dan masih dilestarikan hingga saat ini.

Makna dan Cerita Dibalik 15 Tarian Adat Jawa Tengah yang Populer

Suku Jawa adalah suku dengan jumlah paling banyak di Indonesia dan tersebar tidak hanya di Pulau Jawa saja, bahkan hampir di seluruh Indonesia. Produk kebudayaan Jawa pun menjadi produk kebudayaan paling populer di tengah masyarakat. Kebudayaan itu juga terdiri dari jenis yang beragam, mulai dari bahasa, makanan dan yang paling banyak disukai adalah tarian daerah.

Pulau Jawa sendiri terbagi menjadi beberapa wilayah lagi mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketiganya juga memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal produk kebudayaannya. Perbedaan karakteristik inilah yang kemudian membuat kebudayaan Jawa menjadi sangat beragam walaupun hanya berasal dari satu suku saja. Kali ini akan dibahas tentang salah satu produk budaya dari daerah Jawa Tengah, yaitu tari tradisionalnya. Tarian daerah Jawa Tengah memiliki karakteristik dan ciri khas yang membedakannya dengan tarian dari daerah Jawa lainnya.

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki tarian adat atau tarian tradisional masing-masing. Tarian itu juga tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, namun juga memiliki fungsi yang lebih esensial. Misalnya saja sebagai cara untuk menyambut tamu, sebagai persembahan dan juga sebagai sarana untuk saling mengenal dan bersosialisasi. Untuk lebih mengenal lagi tentang tarian Jawa Tengah dan maksud dari tarian-tarian tersebut, berikut ini adalah 15 tarian dari Jawa Tengah yang populer serta penjelasannya.

#1 Tari Gambyong

Tari Gambyong

Tarian-tarian dari daerah Jawa Tengah terkenal sebagai jenis tarian klasik yang masih belum mendapat pengaruh dari budaya modern. Salah satunya adalah Tari Gambyong. Tari ini adalah tarian Jawa Tengah klasik yang berasal dari daerah Surakarta. Tari Gambyong biasanya ditampilkan dalam acara-acara tertentu seperti ketika musim panen padi tiba atau untuk menyambut tamu istimewa.

Nama Tari Gambyong diambil dari nama salah satu penari yang memiliki gerakan tubuh yang lentur dan suara merdu. Bakatnya ini terdengar hingga ke keraton dan karena itulah tarian ini terus dikembangkan dan dipelajari di dalam keraton. Untuk menarikan tari ini tidak ada batasan jumlah penari. Namun para penari harus mengenakan pakaian adat berupa kemben serta atribut selendang.

#2 Tari Bondan Payung

Tari Bondan Payung

Tarian Jawa Tengah selanjutnya yang juga populer adalah Tari Bondan Payung. Tarian yang berasal dari daerah Surakarta ini tergolong unik karena menggunakan berbagai properti peralatan rumah tangga yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti payung kertas, kendi, boneka dan peralatan lainnya. Penggunaan properti ini tidak lain adalah untuk menggambarkan makna dari tarian yang merupakan simbol kasih sayang ibu kepada anaknya.

Dalam satu kali pertunjukan, terdapat tiga jenis tari Bondan yaitu Bondan Pegunungan atau Tari Bonda Tani, Tari Bonda Cindogo dan Tari Bondan Mardisiwi. Setiap jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda baik dari segi jalan cerita di dalam tariannya, kostum hingga properti yang digunakan.

#3 Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang

Jawa Tengah masih identik dengan keraton peninggalan kerajaan di masa lalu yang masih aktif hingga kini. Di dalamnya juga terdapat beragam kebudayaan khas keraton yang masih dipertahankan hingga saat ini. Salah satu tarian Jawa Tengah yang kental dengan nuansa keraton adalah tari Bedhaya Ketawang ini. Bedhaya Ketawang bisa bermakna sebagai penari wanita yang berasal dari langit.

Dalam sejarahnya tarian ini menceritakan tentang Ratu Nyai Roro Kidul. Bahkan banyak yang masih percaya bahwa ketika tarian ini ditampilkan Nyi Roro Kidul akan hadir dan ikut menari. Dalam perkembangannya, tarian ini hanya ditampilkan di dalam istana untuk menyambut tamu-tamu penting dengan penari berjumlah 9 orang yang mengenakan busana pengantin khas Jawa.

#4 Tari Serimpi

Tari Serimpi

Tari Serimpi merupakan salah satu tarian Jawa Tengah yang masuk sebagai jenis tarian klasik. Banyak yang percaya jika tarian yang ditampilkan saat penggantian Raja di dalam Keraton Yogyakarta memiliki nuansa mistis karena bisa menghipnotis penonton ke dunia lain. Tarian yang khas dengan gerakan lemah gemulai ini harus ditampilkan oleh 4 orang penari wanita yang mengenakan pakaian pengantin putri dari Keraton dengan iringan gamelan.

Seiring perkembangan jaman, tarian ini pun banyak mengalami perubahan baik dari segi jumlah penari maupun durasi pertunjukannya. Meskipun demikian hingga kini tari Serimpi masih tergolong bersifat eksklusif karena hanya ditampilkan di wilayah keraton saja.

#5 Tari Blambangan Cakil

Tari Blambangan Cakil

Tarian selanjutnya dari Jawa Tengah yang juga populer adalah tari Blambangan Cakil yang diangkat dari cerita pewayangan. Dalam tarian ini, nuansa Hindunya begitu kental, baik dari segi gerakan tari, seperti misalnya adegan perang kembang yang merupakan penggambaran dari perlawanan dari ksatria melawan raksasa yang jahat.

Seperti namanya, dalam tarian ini ada penari yang memerankan Arjuna sebagai ksatria dan Cakil sebagai raksasa yang jahat. Gerakan tariannya pun berbeda. Jika penari yang memerankan Arjuna akan menari dengan gerakan lemah lembut sebagai simbol dari kebaikan, maka tokoh yang memerankan Cakil akan menari dengan gerakan kasar dan beringas sebagai simbol dari watak jahat. Dari tarian ini juga bisa diambil pesan jika kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan.

#6 Tari Kretek

Tari Kretek

Tari selanjutnya berasal dari daerah Kudus yang terkenal sebagai daerah industri kretek. Tari ini Kretek ini termasuk dalam jenis tarian rakyat dari Jawa Tengah yang menggambarkan kehidupan para buruh yang bekerja di industri kretek. Pada awal perkembangannya, tarian ini diberi nama Tari Mbatil namun karena istilah mbatil kurang begitu populer di kalangan masyarakat luas, nama tarian ini kemudian berganti nama menjadi Tari Kretek. Tari yang mulai dikenal dan populer di kalangan masyarakat Kudus sejak tahun 1985 ini konon diciptakan oleh seorang seniman tari bernama Endang Tonny.

#7 Tari Prawiroguno

Tari Prawiroguno

Tarian ini terinspirasi dari keadaan Pulau Jawa yang kala itu sedang dijajah namun para penjajah sedang dalam keadaan terdesak. Karena itulah tarian ini ditampilkan olah para lelaki yang menggambarkan seolah sedang berperang lengkap dengan senjata dan tamengnya. Gerakannya pun begitu gagah berani sebagai penggambaran keberanian masyarakat dalam menghadapi penjajah saat itu.

#8 Tari Wireng

Tari Wireng

Satu lagi tarian khas Jawa Tengah yang menggambarkan tentang kepahlawanan dalam peperangan. Istilah Wireng berasal dari kata Wira yang bermakna perwira dan Aeng yang bermakna unggul. Karena memiliki tema utama keprajuritan, penari yang mementaskan tarian ini juga harus penari pria. Gerakan tariannya berasal dari gerakan pencak silat yang lincah dan gagah.

#9 Tari Lengger

Tari Lengger

Tari tradisional yang berasal dari Jawa Tengah ini tepatnya berasal dari Kabupaten Banyumas. Kata Lengger diambil dari kata “le” yang memiliki makna anak laki-laki dan kata “ger” yang bermakna geger atau ramai. Tarian yang ditampilkan oleh satu orang penari laki-laki dan perempuan ini masih tergolong dalam kategori tari klasik, meskipun pada dasarnya tarian ini adalah hasil pengembangan dari tari Tayub.

Pada awalnya tari Lengger ini mengandung makna negatif. Namun saat Islam mulai masuk di Pulau Jawa dibawa oleh Wali Songo, Sunan Kalijaga justru mengubah unsur negatif dalam tarian ini dan menggunakannya sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran agama Islam di daerah Jawa Tengah.

#10 Tari Topeng Ireng

Tari Topeng Ireng

Selanjutnya adalah tarian yang berasal dari kawasan Candi Borobudur Magelang, Tari Topeng Ireng. Meskipun demikian, tarian ini awalnya berkembang justru di daerah lereng Gunung Merbabu saat masa penjajahan Belanda. Di dalam gerakan tarian ini tersembunyi gerakan-gerakan silat sebagai bentuk latihan masyarakat dalam menghadapi Belanda. Karena saat itu pemerintah Belanda melarang masyarakat untuk berlatih silat, maka dari itu masyarakat menyelipkan gerakan-gerakan silat itu di dalam tarian yang diiringi dengan irama gamelan.

Kata Topeng Ireng sendiri juga menyimpan makna tersembunyi, dimana nama ini diambil dari istilah “Toto Lempeng Irama Kenceng”. Toto bermakna menata, lempeng bermakna lurus, irama bermakna nada dan kenceng bermakan keras. Inti dari tarian ini adalah menyampaikan pesan tentang kebaikan dalam hidup. Seiring perkembangan jaman, tarian ini juga menjadi media dakwah untuk menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah.

#11 Tari Kukila

Tari Kukila

Banyak tarian khas di Indonesia terutama tarian khas Jawa Tengah yang diadaptasi dari tingkah laku binatang yang ada di sekitar manusia. Salah satunya adalah Tari Kukila ini. Dalam hal ini gerakan yang diadaptasi adalah gerakan burung. Gerakan yang dinamis, irama dan kelincahan tarian ini menggambarkan kegesitan seekor burung saat hinggap, meluncur dan terbang kembali.

#12 Tari Sintren

Tari Sintren

Masyarakat Jawa tinggal di berbagai wilayah yang menyebar mulai dari daerah pegunungan hingga pesisir pantai. Penduduk pesisir pantai di Jawa Tengah juga memiliki kebudayaan khas yang membedakannya dengan kebudayaan dari daerah lain. Tari Sintren ini merupakan salah satu contoh kebudayaan Jawa Tengah dari masyarakat yang tinggal di daerah pesisir seperti di daerah Pekalongan, Brebes dan Banyumas. Tarian ini memiliki nuansa mistis yang begitu terasa karena saat menari, penari akan dirasuki oleh arwah dan ketika tubuh penari terkena lemparan uang dari penonton, maka penari akan langsung pingsan.

Sama seperti tarian adat dari Jawa Tengah lainnya, tarian ini juga diiringi oleh iringan musik gamelan. Yang menarik adalah kostum yang digunakan oleh penari. Saat tampil, penari Sintren ini akan mengenakan konstum yang indah dipadukan dengan aksesoris modern. Aksesoris yang biasanya digunakan adalah kacamata hitam dan dasi. Dengan penampilan ini, Tari Sintren jadi terkesan sangat eksotis namun di lain sisi juga misterius.

#13 Tari Jlantur

Tari Jlantur

Selanjutnya adalah tari yang berasal dari daerah Boyolali, Tari Jlantur. Berdasarkan sejarahnya, Tari Jlantur ini merupakan penggambaran dari perjuangan Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda pada masa itu. Karena itulah dalam setiap pementasan tarian ini, para penari selalu membawa atribut berupa kuda tiruan layaknya Pageran Diponegoro. Selain itu setiap penari juga mengenakan ikat kepala. Dalam sekali pementasan, jumlah penari yang menampilkan Tari Jlantur ini bisa mencapai 40 orang dan semua penarinya adalah laki-laki.

#14 Tari Wira Pertiwi

Tari Wira Pertiwi

Meskipun budaya Jawa terkenal dengan karakteristik yang lemah gemulai, namun tak sedikit pula produk kebudayaannya yang bersifat heroik, terutama dalam bentuk pertunjukan tari. Salah satunya bisa dilihat dari pertunjukan tari Wira Pertiwi. Dari namanya mungkin bisa disimpulkan jika tarian adat Jawa Tengah ini ditampilkan oleh penari perempuan.

Tarian yang diciptakan oleh Bagong Kussudiardjo ini menggambarkan semangat dalam membela negara dari perempuan Jawa. Setiap gerakan dalam tarian ini sangat dinamis yang menggambarkan ketangguhan, ketegasan dan ketangkasan dari prajurit putri yang turut berperang untuk membela negara.

#15 Tari Rancak Denok

Tari Rancak Denok

Tari Rancak Denok ini merupakan tari dari Jawa Tengah yang termasuk dalam kategori tari kreasi. Inspirasi dari tarian ini diambil dari seni topeng yang memiliki beragam filosofi di dalamnya. Topeng yang sudah ada bahkan sejak jaman prasejarah memiliki bentuk, warna dan guratan yang beraneka ragam. Topeng ini menyimbolkan sifat manusia yang beragam, mulai dari sifat yang baik hingga sifat buruk. Ide dari terciptanya tari ini didapatkan dari berbagai kesenian lain yang memanfaatkan topeng sebagai properti utamanya.

Berdasarkan istilah bahasa yang digunakan, Rancak Denok berasal dari kata Rancak yang bermakna dinamins dan Denok yang bisa juga memiliki makna sepadan dengan kata perempuan. Tari yang berasal dari Semarang ini bermakna sebagai kesenian tari yang ditampilkan oleh perempuan dengan cepat dan dinamis yang menggunakan properti topeng sebagai properti utama dalam tarian.

Setiap produk kebudayaan dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu. Termasuk tari tradisional. Tari tradisional yang merupakan sebuah produk budaya ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan saja, namun juga memiliki fungsi lain yang lebih esensial. Seperti penjelasan yang disebutkan di atas, sebuah tarian bisa berfungsi sebagai media komunikasi, sarana berlatih perang, upacara penyambutan tamu, ritual pengangkatan raja hingga menjadi media untuk dakwah dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

Daerah Jawa sendiri, terutama Jawa tengah, adalah daerah yang terkenal dengan beragamnya kebudayaan khas yang masih dilestarikan hingga saat ini. Kebudayaan Jawa, terutama Jawa Tengah, selama ini dikenal dengan daerah dengan budaya yang halus dan lemah lembut. Hal tersebut bisa dilihat dari kebiasaan maupun banyak produk budaya yang menerapkan sikap lemah lembut di dalamnya. Namun, tak banyak yang tahu jika produk kebudayaan dari Jawa Tengah juga memiliki sifat heroik tinggi dengan karakteristik tegas, tangguh dan berani di dalamnya.

Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa contoh tarian Jawa Tengah yang di dalamnya mengandung cerita perjuangan, baik perjuangan dalam melawan keangkaramurkaan yang disimbolkan dalam karakter-karakter tertentu maupun perjuangan yang sesungguhnya dalam melawan penjajahan bangsa asing. Dengan mengetahui macam-macam tari tradisional dari daerah Jawa Tengah seperti yang dijelaskan di atas, sebagai generasi muda kita jadi tahu pesan moral dan cerita yang terkandung dalam setiap tarian tradisional. Dengan begitu, generasi mudah Indonesia bisa melestarikan warisan budayanya sendiri.


Close (X) 2x Untuk Memastikan Menutup

Selamat Datang

Di Eddapedia.org

×