9 Tarian Tradisional Khas Bali yang Paling Populer

Kesenian daerah di Indonesia memiliki popularitas yang cukup tinggi. Banyak budayawan yang berusaha untuk melestarikan kesenian Indonesia agar terus dikenal oleh warganya dan tidak sembarangan diklaim oleh negara lain. Bali merupakan wilayah dengan kesenian tradisional yang masih terjaga dengan baik, salah satunya tari. Pemerintah dan budayawan menjaga tari Bali dengan terus mempopulerkannya kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Macam-Macam Tari Bali

Kesenian daerah Bali memiliki keunikan yang tidak bisa ditiru. Pertunjukan tarian khas Bali sangat ditunggu-tunggu oleh para wisatawan yang datang ke Bali. Keindahan gerakan dapat menghipnotis setiap wisatawan yang menyaksikan. Berikut merupakan macam-macam tarian yang berasal dari Bali.

Tari Kecak

tari kecak bali

Siapa yang tidak mengenal Kecak? Kecak merupakan tari Bali yang dibawakan oleh sekelompok laki-laki dan menjadi pertunjukan yang populer di kalangan wisatawan. Para penari menggunakan kain bermotif kotak hitam putih dan duduk melingkar. Jumlah penari yang menarikan Kecak bisa mencapai puluhan bahkan ratusan. Para penari akan menyerukan cak sambil mengangkat kedua tangannya. Di tengah lingkaran terdapat penari utama yang memerankan tokoh Ramayana. Selama pertunjukan, tidak ada alat musik yang mengiringi. Suara yang ada hanya berasal dari krincingan dari kaki penari utama.

Tari Legong

Teri Legong terkenal dengan gerakan tubuhnya yang gemulai. Tidak hanya itu, properti berupa kipas yang dibawa oleh penari juga menjadi salah satu karakteristik Tari Legong. Sesuai namanya, Tari Legong selalu dibawakan dengan gerakan yang luwes sambil diiringi dengan musik gamelan. Tari Legong dikembangkan di keraton oleh seorang pangeran dari Sukawati pada abad 19. Secara umum, tarian Bali ini memiliki struktur utama berupa papeson, pangawak, pengecet, dan pakaad. Tari Legong memiliki 18 jenis tari yang dikembangkan di berbagai daerah di Bali, seperti Tabanan, Denpasar, Badung, dan Gianyar. Jenis Tari Legong yang paling populer adalah Legong Lasem yang dikembangkan di Peliatan, Gianyar. Tari ini bercerita tentang Panji.

Baca juga:  15 Tarian Adat Jawa Tengah Terpopuler (Juni 2019)

Tari Barong

Tari Barong dicirikan dengan kostum badan dan topeng bertaring. Dalam satu kostum badan, terdapat satu atau dua orang yang menggerakkan. Tari Barong memiliki kesamaan dengan reog. Hal ini dipercaya sebagai perubahan dari reog yang dibawa oleh Raja Airlangga saat menyelamatkan diri ke Pulau Bali. Tari Bali Barong memiliki berbagai macam jenis. Masing-masing jenis tari Barong memiliki kostum yang berbeda. Salah satu tari Barong yang sering ditampilkan adalah Barong Keket yang melambangkan dharma atau kebajikan. Barong Keket ditarikan oleh dua penari yang disebut Juru Bapang. Barong Keket biasanya ditampilkan bersama dengan Rangda yang melambangkan adharma atau keburukan. Selain Barong Keket, jenis tari barong lain adalah Barong Bangkal, Barong Landung, Barong Macan, Barong Kedingling, Barong Gajah, Barong Asu, dan Barong Brutuk.

Tari Margapati

Nyoman Kaler merupakan seniman yang menciptakan Tari Margapati pada tahun 1942. Kata Margapati terbentuk dari kata Marga dan Pati. Tarian ini banyak menunjukkan gerakan tari laki-laki meskipun penarinya wanita. Selain itu, gerakan dalam Tari Margapati seolah-olah seperti pemangsa yang sedang mengintai dan bersiap menerkam mangsanya. Tari Margapati memiliki susunan gerakan yang kompleks. Secara umum, struktur Tari Margapati terdiri atas pengalihan, pemeson, pengentrag, pengipuk, dan pekaad. Selama pementasan tari, terdapat iringan musik berupa gamelan. Para penari menggunakan kostum berupa udeng dan badong. Tidak hanya itu, pakaian dan bawahan Tari Margapati memiliki kekhasan tersendiri.

Tari Pendet

Tarian tradisional Bali selanjutnya adalah Tari Pendet. Semula, Tari Pendet bertujuan sebagai tari pemujaan di pura untuk menyambut turunnya dewata ke dunia. Lambat laun, pementasan Tari Pendet tidak hanya sebagai bentuk pemujaan saja, tetapi juga sebagai tari ucapan selamat datang. I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng merupakan seniman yang mempopulerkan dan membuat versi modern Tari Pendet pada tahun 1950-an. Kemudian, pada tahun 1961 Tari Pendet kembali dikembangkan oleh I Wayan Beratha. Pengembangan dari I Wayan Baretha merupakan tarian yang saat ini sering ditampilkan. Tari Pendet dapat ditarikan oleh pria atau wanita. Para penari membawakan mangkuk berisi bunga yang nantinya akan ditaburkan ke arah tamu yang sedang disambut.

Baca juga:  12 Tarian Adat Aceh dan Penjelasannya

Tari Puspanjali

Tari Puspanjali diciptakan oleh I Nyoman Windha dan N. L. N. Swasthi Wijaya pada tahun 1989. Keduanya merupakan penata tabung pengiring dan penata tari Bali. Tari Puspanjali diciptakan setelah terinspirasi dari tarian yang dibawakan saat upacara Rejang. Dalam upacara Rejang, terdapat sekelompok wanita bahagia ketika didatangi oleh tamu. Puspanjali merupakantarian daerah Bali yang dilakukan untuk penyambutan. Makna dari Puspanjali adalah menghormati bagai bunga sehingga pementasan Tari Puspanjali bertujuan menghormati tamu seperti bunga. Dalam pementasan yang berlangsung, terdapat 5-7 penari yang tampil.

Tari Baris

Posisi utama dari Tari Baris adalah membentuk barisan seperti namanya. Penari yang membawakan Tari Baris bisa mencapai 40 penari pria. Tari Baris diciptakan pada abad 16.  Awalnya Tari Baris merupakan wujud ritual. Setelah melalui berbagai perkembangan, Tari Baris mulai dipentaskan sebagai tari hiburan. Meskipun telah menjadi tari hiburan, Tari Baris tetap dipentaskan saat perayaan dan upacara. Dalam Tari Baris, penari menggunakan berbagai kostum seperti badog, pakaian beludur, celana panjang, disertai dengan hiasan di kepala, dada, dan punggung. Kostum ini menunjukkan pakaian dari ksatria. Kelengkapan dan detil dari kostum penari Tari Baris berbeda-beda tergantung daerah asalnya. Inilah yang menjadi keunikan dari Tari Baris.

Tari Trunajaya

Kabupaten Buleleng merupakan asal dari Tari Trunajaya. Tari Bali ini merupakan ciptaan Pan Wandres dan disempurnakan oleh I Gde Manik. Tari Trunajaya memiliki gerakan dan kostum yang khas. Tari Trunajaya menceritakan seorang pemuda yang beranjak dewasa. Hal ini ditunjukkan dengan gerakannya yang bersemangat dan bertujuan memikat hati seorang gadis. Meskipun menceritakan seorang laki-laki, Tari Trunajaya dapat ditarikan oleh seorang wanita. Tari Trunajaya dicirikan dengan penampilan penarinya yang tegas dan riasan mata yang membelalak.

Baca juga:  6 Tarian Adat Betawi Yang Populer

Tari Panji Semirang

Tari Panji Semirang merupakan tarian adat Bali yang memiliki keunikan. I Nyoman Kaler adalah pencipta dari tari ini. Tari Panji Semirang mengangkat cerita Galuh Candrakirana, seorang putri dari Kerajaan Kediri. Galuh Candrakirana sedang menyamar sebagai pengembara pria bernama Raden Panji sesaat setelah Galuh Candrakirana kehilangan suaminya. Namun, dalam Babad Bali, Tari Panji Semirang menceritakan Galuh Candrakirana yang sedang menyamar menjadi pria untuk mencari Raden Panji Inu Kertapati yang merupakan kekasihnya. Dalam pementasannya, penari wanita akan berperan seperti pria, sesuai dengan cerita yang diangkat. Gerakan-gerakan dalam Tari Panji Semirang

Sembilan tari Bali yang telah disebutkan di atas merupakan kesenian daerah yang perlu dijaga. Sebagai warga negara Indonesia, kita harus turut andil dalam melestarikan budaya-budaya yang ada di Indonesia.

Topik paling menarik: