12 Tarian Adat Aceh dan Penjelasannya

Dari sabang sampai Merauke, Indonesia menyimpang banyak kekayaan budaya dan seni. Setiap daerahnya memiliki kesenian yang unik. Begitu pula Aceh. Aceh yang berada di pulau Sumatra menyimpan banyak kesenian tradisional Aceh.

Salah satu yang menarik adalah kesenian tarian Acehnya. Tentu Anda pernah melihat tari Saman. Salah satu tarian adat aceh yang berhasil mengibarkan nama Indonesia di dunia Internasional.

Tetapi tarian aceh yang menarik tidak hanya itu saja lho. Banyak tari aceh yang tak kalah menarik dari saman dan tentunya juga unik. Apa saja? ini dia 17 tarian adat aceh dan penjelasannya

1. Tari Saman

tari saman dari aceh

Jika Anda pernah melihat seni dan budaya dalam pertunjukan internasional maka mungkin salah satu yang Anda lihat adalah tarian Tradisional Aceh yang sangat indah, tarian Saman.

Tari Saman adalah salah satu seni pertunjukan tari yang menarik milik Indonesia, sering dipentaskan sebagai duta tari Indonesia di berbagai kompetisi internasional.

Tarian khas aceh ini diciptakan oleh seorang ulama bernama Saman Saman Aceh pada abad ke 16 M. Awalnya, tarian ini hanyalah tarian rakyat biasa. Namun melihat antusias orang-orang yang begitu hebat dalam tari daerah aceh ini, Syekh Saman menyisipinya dengan pesan-pesan agama dan nilai-nilai perjuangan karena pada saat itu merupakan masa perjuangan.

Tarian Tradisional Aceh dikenal sebagai tarian asli dari orang Gayo karena tarian ini lahir di Aceh Tengah. Tak heran tari aceh juga kerap di sebut tarian suku gayo. Masyarakat modern dari luar Indonesia banyak menggunakan tari dari aceh ini sebagai inspirasi karena kekompakan, harmoni dan kecepatan tarian Saman. Namun, keaslian dan kekhasan tarian ini tidak akan pernah bisa ditiru karena nilai-nilai yang ada dalam setiap gerakan tarian Saman hanya di Aceh.

Diterbitkan oleh sekelompok penari tradisional yang sebagian besar mengenakan seragam berwarna-warni cerah, tarian ini sebenarnya adalah pengembangan tarian tradisional Aceh yang disebut Pok Ane. Saman menari bergandengan tangan dengan puisi, musik, dan nyayian dikombinasikan dengan tepukan, tepukan di dada, dan paha. Setiap gerakan tarian daerah Aceh sangat harmonis dan cepat yang akan membuat penonton kagum.

Tari Saman dimainkan oleh gerakan yang menarik dan dinamis oleh 10-12 penari, namun, integritas dan persatuan Saman didukung setidaknya 15-17 penari. Selama perkembangan, tarian ini juga dipertunjukkan oleh wanita atau campuran pria dan wanita dengan tambahan modifikasi gerak lainnya.

Gerakan pada tari Saman adalah unik karena hanya menunjukkan gerakan tepuk tangan, tepuk dadanya, dan gerakan serupa. Dalam tarian tradisional Aceh semua penari harus menari dengan gerakan yang harmonis dan kecepatan biasanya Saman lebih lama semakuin ditingkatkan dan itu membuat tarian itu sangat menarik.

Tari Saman yang ditampilkan tidak diiringi oleh alat musik, tetapi diiringi dengan menggunakan suara para penari dan harmonisasi tepuk tangan mereka dikombinasikan dengan memukul dada dan paha sebagai sinkronisasi dan melemparkan tubuh mereka ke arah yang berbeda. Tarian Tradisional Aceh dibimbing oleh seorang pemimpin yang biasa disebut Sych.

Tarian saman ditampilkan dalam posisi duduk, termasuk jenis seni duduk ratoh (penari duduk) penari yang duduk dalam posisi berlutut, tertekan berat kedua kakinya.

Karena kekompakan formasi dan ketepatan waktu adalah faktor utama dalam pertunjukan Tari Tradisional Aceh maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi tinggi dan berolahraga dengan serius dan fokus agar dapat tampil sempurna.

Tarian saman dari Aceh telah terdaftar sebagai Warisan Dunia Tak Berwujud oleh UNESCO. Tari Saman menerima pendaftaran 01.01.01.001 untuk UNESCO untuk menjadi warisan Indonesia dan dunia dalam kategori warisan budaya bukan objek.

Baca juga:  Tarian Daerah 34 Provinsi Beserta Gambarnya Lengkap

2. Tari Laweut

tari laweut dari aceh

tarian nanggroe aceh Darussalam berikutnya adalah tarian laweut, kata ‘laweut’ berasal dari shalawat atau pujian pada Nabi Muhammad SAW. tarian suku gayo ini berasal dari Kab. Pidie, Aceh. Dahulu tarian ini disebut tari seudati.

3. Tari Tarek Pukat

tari tarek pukat dari aceh

Tarian tradisional dari aceh ini sangat unik karena menggambarkan aktivitas nelayan yang akan menangkap ikan. Sejarah tari khas aceh ini terinspirasi oleh tradisi memancing. Wajar, karena masyarakat Aceh saat itu sebagian besar profesinya adalah seorang nelayan.Saat menangkap ikan, mereka bekerja bersama untuk membuat jaring dan menangkap ikan bersama, dan hasilnya akan dibagikan kepada orang-orang di sekitar.

4. Tari Bines

tari bines dari aceh

Tari Bines adalah salah satu seni tarian suku gayo di Gayo Lues yang ditarikan hanya oleh sekelompok wanita atau anak perempuan. Tidak ada yang bisa menafsirkan kata Bines itu sendiri. Bines sendiri disebut dance karena memiliki gerakan ritmis yang mengikuti ekspresi jiwa para penari.

Tarian yang berasal dari aceh ini berasal dari Kabupaten Gayo Lues. Biasanya ditarikan oleh sekelompok wanita. Jumlah penari Bines diharuskan menjadi angka genap, baik 10, 12 atau apa pun (tidak ada jumlah ketentuan).

Berdasarkan koreografi, tarian adat nanggroe aceh Darussalam Bines termasuk tarian grup, karena dance bines tidak dapat ditampilkan secara individual. Berdasarkan polanya, tari bines milik seni tari tradisional, tarian yang kehadirannya sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Bines telah mengalami perkembangan yang panjang.

Tarian Bines didominasi oleh gadis-gadis dengan cara belajar sendiri dari generasi di atasnya sejak mereka kecil, yaitu ketika mereka mulai dapat meniru gerakan. Tidak ada studio khusus dalam tarian ini. Juga tidak ada hukum yang mengharuskan mereka menguasai lonceng. Secara naluriah, sebagai anak perempuan, mereka merasa seperti belajar Bines. Pada usia tertentu, mereka dapat menari berbagai bines, mereka akan mulai berlatih bersama sampai pada waktunya mereka dapat tampil dalam pementasan.

Ciri khas tarian daerah aceh ini adalah ditarikan dari gerak lambat hingga gerak cepat hingga akhirnya berhenti serentak. Hampir mirip dengan tarian saman. Sebut saja, bagian dari tarian saman. Uniknya jika Anda ingin memberikan uang kepada penari, Anda harus menyimpan uang Anda di kepala penari. Uang dianggap sebagai imbalan atas bunga yang diberikan dari penari (biasanya di akhir pertunjukan).

Tari tradisional suku gayo Bines umumnya ditampilkan dalam upacara tradisional seperti pernikahan, sunnah rasul, dan pesta tahunan seperti saman herbal. tarian dari daerah aceh ini juga ditampilkan pada acara pembukaan dan penutupan saman dan didong atau untuk mengisi istirahat kedua tarian.

5. Tari Didong

tari didong dari aceh

tarian yang berasal dari aceh berikutnya adalah tari didong. Menurut Wikipedia, Didong adalah seni yang menyatukan unsur-unsur seperti tarian, vokal dan sastra. Awal tarian daerah aceh ini datang ketika ada satu seniman bernama Abdul Kadir To’et yang peduli dengan seni ini. Pada waktu itu seni ini sangat populer oleh masyarakat Takengon dan Bener Meriah.

Kata Didong juga mengandung arti ‘bernyanyi sambil bekerja’, ada yang bilang didong berasal dari bunyi musik yang seolah mengatakan ‘din’ dan ‘dong. Gerakan tarian dari daerah aceh ini, duduk dan bermain dengan kedua tangan.

Sampai mereka menyanyikan lagu, dan mengepakkan tangan mereka dengan ketukan yang berbeda seperti tarian kecak. Tarian tradisional suku gayo ini tidak menggunakan alat musik latar, karena penari akan menghasilkan lagu seperti musik dari mulutnya.

Baca juga:  6 Tarian Adat Betawi Yang Populer

6. Tari Rapai Geleng

tari rapai geleng dari aceh

Tarian aceh Rapai Geleng  ini awalnya berasal dari Manggeng, salah satu daerah di Aceh Selatan. Dikembangkan oleh anonim. Biasanya tarian adat aceh ini dibawakan oleh laki-laki. Dari puisi tari Aceh ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral di masyarakat, dan pertama kali tarian daerah aceh ini dikembangkan berasal dari tahun 1965 di mana tarian ini menjadi sarana propaganda. Hingga akhirnya menarik perhatian hadirin. Biasanya puisi itu diambil dari lagu-lagu agama.

Penari menafsirkan dalam beberapa gerakan penari yang menggelengkan kepala ke kanan dan kiri. Gerakannya sangat ritmis dan mengutamakan keterpaduan.

7. Tari Ratoh Duek Aceh

tari ratoh duek dari aceh

Berikutnya ada kesenian tarian adat nanggroe aceh Darussalam yang bernama tari ratoh duek. Kata ratoh berasal dari bahasa Arab yang berarti Rateb, dan kata ‘duek’ berasal dari bahasa Aceh yang berarti duduk. tarian suku gayo ini kadang-kadang disebut sebagai ratoh jaroe.

Di sini Anda akan menemukan penari wanita berjumlah 10 atau lebih, dengan 2 orang syahie atau penyanyi. tarian tradisional dari aceh ini menggambarkan makna yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Persatuan, harmoni, optimisme, dan ketegasan. Ini terlihat dari harmoni para penari yang bertepuk tangan dengan irama.

Gerakan tarian suku gayo ini mirip dengan kesenian tradisional aceh yaitu tarian saman, tetapi bukan berarti tiruan. Karena setelah Tari Saman diakui UNESCO sebagai Budaya Warisan Manusia, maka sejak itu tari saman tidak diperbolehkan diikuti oleh wanita.

8. Tari Pho

tari pho dari aceh

tari dari aceh bernama Pho ini berasal dari kata peubae, jika ditafsirkan dalam bahasa Aceh sebagai penghormatan. tari tradisional aceh ini dibawakan oleh wanita, pertama kali tarian khas Aceh ini ditarikan sebagai simbol bahwa seseorang sedang bersedih atau sedih. Namun setelah masuknya Islam di Aceh, tarian daerah Aceh ini menjadi seni rakyat saja.

9. Tari Seudati

tari seudati dari aceh

Tarian tradisional aceh, Tarian Seudati adalah tarian khas Aceh yang berasal dari kata syahid yang artinya bersaksi. Pengakuan Iman merupakan salah satu syarat agama Islam untuk mengakui keberadaan Tuhan. Karena itu Aceh dijuluki serambi Mekah untuk setiap aspek kehidupan yang kental dengan nuansa Islam. Puisi dan sajak yang dinyanyikan dalam tarian Seudati juga mengandung pujian kepada Tuhan.

Ciri khas tarian Aceh adalah jumlah pemain yang banyak. Seudati mirip dengan tari Saman tidak menggunakan musik sebagai pengiring dan hanya mengandalkan suara pukulan antara anggota badan. Musik untuk menari Seudati hanya menggunakan suara kaki, telapak tangan menghembus di dada dan pinggul serta bunyi jentikan jari.

Musik alami ini di sela-sela syair dan syair dinyanyikan para penari. Suara berderap dengan tempo cepat dan tubuh para penari meliuk dengan cepat dan kemudian tiba-tiba berhenti dalam keheningan bisa membawa emosi penonton. Kekompakan para penari dalam gerak memainkan setiap anggota tubuh dalam tempo cepat menimbulkan kekaguman karena tentu saja membutuhkan latihan khusus.

Tarian Seudati berasal dari Desa Simpang, Kecamatan Gigieng Pidei. Tarian Seudati kemudian berkembang menjadi Kecamatan Didoh, Kecamatan Mutiara, Desa Dido. Tarian Seudati telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan telah berkembang sejak Islam datang ke Aceh.

Awalnya tarian khas aceh ini dikenal sebagai tarian pesisir dimainkan untuk memulai permainan sabung ayam atau saat panen pada malam bulan purnama. Tari daerah aceh ini juga untuk mengkhotbahkan masalah yang terjadi di masyarakat dan bagaimana menyelesaikannya. Dengan demikian puisi yang dinyanyikan dalam tarian Seudati dapat menceritakan kisah sedih, kisah bahagia dan kisah yang meneguhkan.

Baca juga:  15 Tarian Adat Jawa Tengah Terpopuler (Januari 2019)

Kemudian tarian Seudati digunakan untuk menyiarkan agama Islam agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Ulama Islam di Aceh berkembang lebih banyak berasal dari bahasa Arab sehingga istilah dalam tari Seudati terlalu banyak menggunakan bahasa Arab, antara lain Syekh yang berarti pemimpin, Sama artinya Delapan dan sebuah puisi yang berarti nyanyian.

10. Tari Ranup Lampuan

Tari Ranup Lampuan dari aceh

Tarian Ranup Lampuan adalah salah satu tarian tradisional Aceh yang ditarikan oleh para wanita. Tariankhas aceh ini biasanya menari untuk menghormati dan secara resmi menyambut tamu. Tari Ranup Lampuan di Aceh, artinya sirih dalam wadah. Ranub adalah sirih. Puan adalah pinang Aceh.

Latar belakang tarian adat Aceh, khususnya adat dalam menyambut tamu. Dalam koreografi tarian khas Aceh ini, diceritakan bagaimana perawan sirih Aceh melayani para tamu, yang bergerak dalam proses memetik menceritakan, membungkus, memasukkan daun sirih, ke Puan, hingga menghadirkan sirih kepada para tamu.

Tarian Ranup Lam Puan diciptakan oleh Yuslizar pada tahun 1959. Yuslizar Aceh adalah salah satu pria yang mampu mengangkat citra daerah ke permukaan melalui karya-karya tari yang dihasilkannya.

Yuslizar lahir di Banda Aceh pada 23 Juli 1937. tarian nanggroe aceh darussalam ini awalnya hanya ditemukan di kota Banda Aceh. Namun saat ini perkembangan tari Aceh ini telah dijumpai juga di kabupaten lain, terutama daerah pantai yang umumnya dihuni oleh orang Aceh. Tarian ini didasarkan pada kebiasaan masyarakat Aceh dalam menyambut dan menghormati tamu. Ini bisa dilihat secara simbolis dalam gerak para penari dan persediaan tarian.

11. Tari Likok Pulo

tari likok pulo dari aceh

Tarian Likok Pulo adalah tarian dari Aceh  yang melayang di laut dan hanyut di Pulo Aceh. Tarian ini diadakan setelah tanam atau setelah panen padi, biasanya pertunjukan berlangsung pada malam hari bahkan jika keadaannya dipertandingkan sepanjang malam sampai pagi.

Tarian aceh ini dimainkan oleh Seorang pemain utama berdiri di tengah-tengah pemain. Dua pemain drum rapa’i di belakang atau kedua sisi pemain. Sedangkan tariannya hanya berfungsi anggota tubuh bagian atas, tubuh, tangan dan kepala. Gerakan adalah gerakan tarian khas aceh sesuai dengan tubuh, keterampilan, keseragaman, atau persamaan dengan fungsi kedua tangan ke depan, ke kiri atau ke kanan, ke atas, dan lingkaran dari depan ke belakang, dalam tempo lambat ke tempo cepat

12. Tari Ula-ula Lembing

tari ula ula lembing dari aceh

Ula-ula lembing adalah tarian yang berasal dari Aceh tepatnya dari Tamiang, Aceh Timur. Bagi sebuah cerita, tarian khas Aceh ini adalah kisah seorang pengembara yang mencari kekasih. Ula-ula lembing dilakukan oleh penari berpasangan pria dan wanita dalam kostum Melayu disertai dengan musik dari biola dan gendang (perkusi). Sesekali penari bernyanyi lama, dalam gerakan ular meluncur, lincah dan lelah.

Lembing (tombak) melambangkan kecakapan dan kegesitan dalam pertahanan atau waspada terhadap suatu kemungkinan. Namun Yuslizar (koreografer pertama Cut Nyak Dhien Dancing Studio) menata ulang tarian tradisional aceh itu sebagai ciptaan baru dan menjadi koleksi tari Cut Nyak Dhien Dancing Studio.

Tari adat Aceh sangat banyak bukan. Dan memiliki kekhasan yang unik. tarian Nanggroe Aceh Darussalam berbeda dengan daerah lainnya. tari khas Aceh cenderung di tarikan banyak orang, mengutamakan kekompakan dan ritmis. Musik yang di gunakan juga banyak berasal dari tubuh si penari sendiri. Dari ragam geraknya juga khas karena merupakan perpaduan dari aceh dan arab. Nah itu tadi macam macam tarian Aceh yang sangat unik dan patut Anda ketahui


Close (X) 2x Untuk Memastikan Menutup

Selamat Datang

Di Eddapedia.org

×